MUTIARA KATA..


NABI MUHAMMAD S.A.W. PERNAH BERSABDA:

"BUKANLAH KEMULIAAN ITU DENGAN MEMAKAI PAKAIAN CANTIK DAN BERSEGAK, TETAPI IA ADALAH DENGAN KETENANGAN (SOPAN SANTUN) DAN MERENDAH DIRI."

-RIWAYAT AD-DAILAMI-


Permata Agama yang diredhai ALLAH..


Showing posts with label Zikr. Show all posts
Showing posts with label Zikr. Show all posts

Wednesday, November 24, 2010

...الله...



Marilah kita sama-sama mengalunkan NamaNya nan indah..


الله ... الله ... الله
يـــــالله

الله الله الله الله الله
يـــــ
الله

الله ... الله ... الله
يـــــالله

ا
لله ... الله ... الله
يـــــالله

الله الله الله
يـــــالله

الله الله الله الله الله
يـــــ
الله

الله ... الله ... الله
يـــــالله

الله ... الله ... الله
يـــــالله



-Syamil-


***********************************************

~ Aslih Nafsak Wad'u Ghairak ~


Tuesday, September 15, 2009

Munajat di Sepertiga Malam..




Sunday, August 30, 2009

Meniti Harimu..



Ramadhan..

Daun jingga berguguran itu,

Adalah saksi betapa penjiwa soleh,

Merungkai segala kehendak ammarah,

Bergelut.. meronta.. mendidik jiwa,

Terluluh lantak nafsu pendosa,

Suci umpama seri anak kecil,

Yang lahir dari rahim si ibu.

Hening syahdu subuh..

Menyinsinglah fajar Redha..

Terhiaslah hari seawal pagi,

Dengan permata zikrullah,

Serta bait-bait indah Kalamullah.

Angin dingin beku..sejuk menerjah,

Adalah bukti betapa sang mukhlis,

Mengatur langkah-langkah zuhud,

Mundar-mandir hari ke hari,

Pergi dan pulang dengan tekad,

Menyahut seru Illahi.

Sepi malam gelap..pekat gelita itu,

Menyimpan erat satu rahsia,

Berdamping satu dengan satu…berlutut, tangan menadah..

Khusyu’ Tawaddu’,

Tangis hamba memohon ampunan,

Dari Yang Esa.

Wahai hati..

Berjanjilah dengan Ramadhan,

Segala rahmah & maghfirah yang terperah dari-mu,

Bukan kerja sia-sia, bukan jua hiasan sementara..

Biar tersemai, kukuh..ampuh di lubuk sanubari,

Buat menempuh hari-hari mendatang.

Andai jiwa tidak lagi ketemu-mu..

SALAM RINDU teramat aku buat-mu..

Semoga lelah ku di malam-malam-mu,

Bisa sahaja buat aku tersenyum bila bersua tuhan..

Rabbul Alamin..



Saturday, August 15, 2009

Andai Kau Tahu..



Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
tentu siangnya engkau sibuk berzikir
tentu engkau tak akan jemu melagukan syair rindu
mendayu..merayu..kepada-NYA Tuhan yang satu

Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
tentu solatmu kau kerjakan di awal waktu
solat yang dikerjakan..sungguh khusyuk lagi tawadhu'
tubuh dan qalbu...bersatu memperhamba diri
menghadap Rabbul Jalil..menangisi kecurangan janji
"innasholati wanusuki wamahyaayaa wamamaati lillahirabbil 'alamin"
[sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku..
kuserahkan hanya kepada Allah Tuhan seru sekalian alam]
Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
tidak akan kau sia siakan walau sesaat yang berlalu
setiap masa tak akan dibiarkan begitu saja
di setiap kesempatan juga masa yang terluang
alunan Al-Quran bakal kau dendang..bakal kau syairkan

Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
tentu malammu engkau sibukkan dengan
bertarawih..berqiamullail..bertahajjud..
mengadu..merintih..meminta belas kasih
"sesungguhnya aku tidak layak untuk ke syurga-MU
tapi..aku juga tidak sanggup untuk ke neraka-MU"

Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
tentu dirimu tak akan melupakan mereka yang tersayang
mari kita meriahkan Ramadhan
kita buru..kita cari..suatu malam idaman
yang lebih baik dari seribu bulan

Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
tentu engkau bakal menyediakan batin dan zahir
mempersiap diri..rohani dan jasmani
menanti-nanti jemputan Izrail
di kiri dan kanan..lorong-lorong redha Ar-Rahman

Duhai Ilahi..
andai ini Ramadhan terakhir buat ku
jadikanlah ia Ramadhan paling bererti..paling berseri..
menerangi kegelapan hati ku
menyeru ke jalan menuju redha serta kasih sayangMu Yaa Ilahi
semoga bakal mewarnai kehidupanku di sana nanti

Namun teman..
tak akan ada manusia yang bakal mengetahui
apakah Ramadhan ini merupakan yang terakhir kali bagi dirinya
yang mampu bagi seorang hamba itu hanyalah
berusaha..bersedia..meminta belas-NYA..

"MARHABAN YAA RAMADHAN "

Rindu Padamu..

Di tengah malam,
saat aku menatap langit berhias bintang,
seakan-akan malam-malam suci itu
sedang berbaris menunggu giliran
untuk bertemu denganku.
Sambil membawa nampan-nampan,
yang akan dipersembahkan pada-Nya
setiap pagi menjelang.

Akankah nampan-nampan itu
ku isi dengan sepenuh cinta.
Sanggupkah aku merajut amal mulia,
doa, ilmu, alquran, sujud,
bahagiakan fakir miskin dan
berbuat baik pada sesama,
sebagai persembahanku pada-Nya

Ataukah aku akan tega,
membiarkan malam-malam suci berlalu
sambil mencucurkan air mata
kerana menahan malu
saat harus mempersembahkan
nampan-nampan kosong pada-Nya,
yang telah memberiku segalanya..


Saturday, July 25, 2009

Thank You Allah..

THANK YOU ALLAH.....

We should be grateful to Allah for His blessing and His kindness that we are still around.


Even though I clutch my blanket and growl when the alarm rings,thank you, Allah, that I can hear. There are many who are deaf.


Even though I keep my eyes closed against the morning light as long as possible, thank you, Allah, that I can see. Many are blind.


Even though I huddle in my bed and put off rising, thank you Allah,that I have the strength to rise. There are many who are bedridden.


Even though the first hour of my day is hectic, when socks are lost, toast is burned and tempers are short, my children are so loud, thank you, Allah,for my family. There are many who are lonely.


Even though our breakfast table never looks like the pictures in magazines and the menu is at times balanced, thank you, Allah, for the food we have. There are many who are hungry.


Even though the routine of my job is often monotonous, thank you, Allah, for the opportunity to work. There are many who have no job.


Even though I grumble and bemoan my fate from day to day and wish my circumstances were not so modest, thank you, Allah for life.


If we can pass this on to most people we know, it might help a bit to make this world a better place to live in, right?


THANK YOU DEAR ALLAH....


Sunday, July 5, 2009

Istighfarlah Wahai Insan..


-Hari Ahad-


" Ya Allah, sesungguhnya aku memohon keampunan kepadaMu di atas setiap dosa yang telah aku ketahui lalu aku dilupakan mengenainya, atau setelah aku ingati ataupun aku lakukan dengan sengaja atau pun tersalah, dan tidak aku syaki lagi bahawa Engkau akan mempersoalkanku tentangnya, sedangkan diriku adalah gadaian di sisiMu sekalipun aku melupainya dan leka daripadanya. Maka cucurilah rahmat wahai Tuhan! Limpahkanlah kesejahteraan dan keberkatan ke atas penghulu kami Muhammad dan keluarga penghulu kami Muhammad dan ampunilah daku wahai sebaik-baik Pengampun!"

-Hari Isnin-

"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon keampunanMu atas setiap dosa kerana meleraikan ikatan yang telah Engkau ikat, ataupun aku mengikat ikatan yang telah Engkau leraikan, atau dosa yang mengharamkan kebaikan yang telah Engkau janjikan, atau pun aku mengharamkan ke atas diriku kebaikan yang akan Engkau kurniakan. Maka curahkanlah rahmat wahai Tuhan, dan sejahterakanlah serta berkatilah ke atas penghulu kami Muhammad dan ampunilah dosaku, wahai sebaik-baik Pengampun!"

-Hari Selasa-

"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon keampunanMu di atas setiap dosa yang tersembunyi daripada pandangan makhlukMu tetapi tidak di sisiMu, aku memohon kepadaMu agar mengurniakan kepadaku kekuatan untuk meninggalkannya lalu Engkau perkenankannya tetapi aku ulanginya semula lalu Engkau menutupnya. Maka curahkanlah rahmat wahai Tuhan, dan sejahterakanlah serta berkatilah ke atas penghulu kami Muhammad dan keluarga penghulu kami Muhammad dan ampunilah dosaku, wahai sebaik-baik Pengampun!"

-Hari Rabu-

"Ya Allah, sesungguhnya aku memohonMu di atas setiap dosa yang mengakibatkan putus asa daripada rahmatMu dan putus harap daripada menagih keampunanMu, serta terhalang daripada dikurniakan keluasan kurniaan yang ada di sisiMu. Aku juga memohon keampunanMu di atas setiap dosa yang akan mematikan hati, yang menyalakan kesusahan, yang menyibukkan fikiran, yang meredhakan syaitan dan yang memurkakan Tuhan Yang Ar Rahman. Maka curahkanlah rahmat wahai Tuhan, dan sejahterakanlah serta berkatilah ke atas penghulu kami Muhammad dan keluarga penghulu kami Muhammad dan ampunilah dosa-dosaku, wahai sebaik-baik Pengampun!"

-Hari Khamis-

"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon keampunanMu atas setiap dosa yang mewariskan sifat lupa untuk mengingatiMu, yang mengakibatkan kelalaian daripada ancamanMu, yang menyebabkan perasaan aman daripada tipu dayaMu dan yang memutus asakan daku daripada kebaikan yang ada di sisiMu. Maka limpahkanlah rahmat, kesejahteraan dan keberkatan wahai Tuhan, ke atas penghulu kami Muhammad dan keluarga penghulu kami Muhammad, serta ampunilah dosaku, wahai sebaik-baik Pengampun!"

-Hari Jumaat-

"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon keampunanMu, atas segala dosa yang yang digagahi oleh badanku dari keafiatan yang Engkau kurniakan, yang dicapai oleh kudratku yang aku perolehi dengan kurniaan nikmat yang Engkau curahkan, yang dilakukan oleh tanganku dengan keluasan rezekiMu, yang aku tutupi dengan tirai TutupanMu daripada pandangan manusia, yang aku bersandar padanya ketika ketakutan terhadapMu atas keamananMu, yang aku percayai dari kemurkaanMu ke atasku padanya dengan kelembutanMu, dan yang aku berpegang atas Kemuliaan dan KeampunanMu. Maka curahkanlah rahmat wahai Tuhan, kesejahteraan dan keberkatan ke atas penghulu kami Muhamad dan keluarga penghulu kami Muhammad, serta ampunilah dosaku, wahai sebaik-baik Pengampun!"

- Hari Sabtu-

"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon keampunanMu atas segala dosa yang menyebabkan kemurkaanMu terhadapku. Aku mempunyai kewajipan ke atasMu disebabkan janji yang telah aku meterain bersamaMu, dan ikatan yang telah aku ikat bersamaMu, atau perjanjian yang telah aku berikan semata-mata keranaMu dan bukannya kerana seseorang dari kalangan makhlukMu, tetapi kemudian aku ingkarinya tanpa ada sebarang kepentingan yang melazimkan aku meninggalkannya, bahkan aku telah digelincirkan daripada janji tersebut oleh sifat sombongku dan dinodai dari menjaganya oleh perangai jahatku. Maka cucurilah rahmat wahai Tuhan. Limpahkanlah kesejahteraan dan keberkatan ke atas penghulu kami Muhammad dan keluarga penghulu kami Muhammad dan ampunilah daku, wahai sebaik-baik Pengampun!"

-Antara Istighfar Imam al Hasan al Basri-
Ditulis dan Diucapkan Oleh:

Al-Faqir Ilallah al Qawiyy
Muhammad Fuad bin Kamaludin Al Maliki..

Friday, July 3, 2009

Wardah Yang Berzikir..


"...Dengan berzikir kepada Allah

gumpalan ketakutan..

kecemasan dan kesedihan..

akan lenyap.

Lebih dari itu..

dengan berzikir kepada Allah..

tompokan beban hidup..

dan masalah kehidupan..

akan hilang.."

Muslimah..


Kanvas cinta ini

Terlukis wajah Muslimah

yang hadapannya berhemah

yang kiasan rindunya

tak akan lemah

walau dihunus seribu mehnah.

Pada hijab rindu

terserlah pada Qalam

dialah,

Muslimah acuan Quran..

Hati ini Milik Allah Buat Selamanya..

Aku berlindung padaMu Ya Allah dari panahan dan hasutan syaitan yang direjam..

Hati ini..
pada hakikatnya
bukan milik hamba
bukan juga milik sesiapa
pinjaman jua nikmat dariNya
untukku buat sementara cuma..

Hati ini..
sesekali membuah leka
dibelai hasutan dunia
jua hamparan tipu daya
yang membuatkan hamba
terbina jarak dariNya..

Hati ini..
pahit manis dirasa
menghibur nestapa merawat luka
rasa bahagia biarpun sengsara
halus ciptaanNya
segumpal darah penuh rahsia..

Ya Allah..
berikanlah aku hidayah
kemanisan iman jua
ketaqwaan aku sebagai hamba
untuk menjiwai pancaroba
sehingga ke Syurga..

Oh Tuhan..
bernilainya air mata dari permata
yang bisa memadamkan api neraka
ampunilah hamba yang dhaif lagi hina
mendamba sekelumit cahaya
membawa menujuMu Yang Maha Esa..

Hati ini..
jua roh serta jasad hamba
kembali kepadaMu di penghujungnya
kelu lidahku untuk bicara
namun ku temui jalan ini akhirnya
demi meraih cintaMu yang kekal selamanya
sebagai wadah Destinasi Cinta..

Saturday, May 2, 2009

Hafiz @ Habis??!

Alhamdulillah, tanggal 20 Februari 2009, jatuh pada Penghulu hari segala hari, telah tercatat di Luh Mahfuz, diizinkan dan dijanjikan Allah, seorang insan yang lemah lagi dhaif di hadapanNya, yang sentiasa cuba melaksanakan yang terbaik dalam menjadi Hamba Allah dan Muslimah Solehah, telah ditakdirkan Allah menyempurnakan hafazan Al-Quran 30 juzu', setelah sekian lama berhajat untuk melalui saat-saat yang penuh dengan mehnah dan tribulasi dalam menempuh pelbagai perasaan. Gembira? Sedih? Takut? Gementar? Pendek kata, bercampur baur sekali perasaan ketika itu. Hanya Alah Taala sahaja yang tahu detik hati insan yang kerdil ini.

Izinkan ana mengimbas kembali saat-saat yang berharga itu, walau ia berlaku dua bulan lebih yang lalu.

-13 Feb 2009-
Ku termenung seketika pabila melihat target muqorror yang ku catat secara 'hardcopy' di atas sehelai kertas. Diri ini merasa hiba kerana target yang diinginkan tidak tercapai. Macam mana ni, sejuzu' lari jauh. Sempat ke untuk ku mengejar kembali target yang telah dibuat? Tercapai ke hajatku ingin khatam pada 20/2/09? Ketika itu, ku hanya berserah kepada Allah untuk mengatur perjalanan hidupku.

-14 Feb 2009-
Dengan azam yang baru, ku memulakan hafazan di juzu' ke-28. Juzu' yang tidak pernah ku hafaz, begitu juga juzu' 29. Adakala terasa down. Tapi semua itu ku cuba abaikan, kerana ku tahu syaitan laknatullah sentiasa menjalankan 'tugas' mereka, tidak kira sesiapa sahaja sasaran mereka, asalkan bergelar 'manusia'.

-15 Feb 2009-
Dari semuka ke semuka ku cuba ingati dan kumpul untuk dihantar ke ustazah tasmi' pada esok hari. Walaubagaimanapun, kerja2 persatuan dan kelab tidak ku tolak ke tepi, kerana taklifat tetap taklifat. Semua itu akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Ya Allah, permudahkanlah segala urusan ku dalam membantu agama yang tercinta ini.

-16 Feb 2009-
Ku mulakan tasmi' di awal juzu' 28. Ku cuba membaca dengan teliti di samping menghayati maksud dan memelihara hukum2 tajwid, insyaAllah..Subhanallah..hampir tidah percaya, rupa-rupanya aku dapat menghantar 16 muka surat kepada ustazah hari ini berbekalkan masa selama 2 hari yang Allah kurniakan untukku memberi peluang yang lebih kepada Al-Quran. Ku percaya dengan janji Allah. Sesibuk mana pun kita dalam mengerjakan gerak kerja Islam ikhlas semata-mata kerana Allah Yang Esa serta demi mendapatkan kerdhaanNya, maka Allah akan permudahkan segala urusn kita. Syukur Ya Allah..

-17 Feb 2009-
Semangatku membara. Nak tak nak, aku mesti capai impianku. Tanpa mengenal erti penat dan lelah. Hari ni tasmi' hingga akhir juzu' 28 dan masuk sikit awal juzu' 29. Aku semakin bersemangat, dah dekat dah tu..

-18 Feb 2009-
Perjuang tetap diteruskan hingga ke titisan darah yang terakhir..

-19 Feb 2009-
Alhamdulillah, lagi satu surah juzu' 29 yang akan ku bawa ke esok hari..

-20 Feb 2099-
Bermula dengan Surah Al-Mursalat sehingga Surah Al-Lail. Kemudian, ku meminta izin dengan ustazah agar memberi sedikit masa kepadaku untuk membuat persediaan dari segi mental dan fizikal. Ya Rabb, izinkan hambaMu ini menyudahkan hafazan Al-Quran pada hari ini. Doa sentiasa ku hulur kepada Yang Maha Mendengar. Setelah ku lancarkan surah-surah yang terakhir, ku menuju ke kerusi di sebelah pensyarahku. Ku mulakan dengan membaca Surah Ad-Dhuha..sehinggalah pabila tiba pada Surah Al-Ikhlas, tiba-tiba aku merasa sebak menahan air mata dari jatuh. Ku gagahkan diri untuk membaca surah tersebut. Selesai membaca, aku terdiam sebentar, butiran2 mutiara akhirnya gugur jua membasahi mata dan pipi. Tergamam sebentar pensyarahku, terpancar di wajahnya mengerti perasaanku kerana beliau juga pernah melalui saat-saat seperti ini. Teresak2 aku dibuatnya, terasa satu beban dan taklifan yang akan ku pikul untuk agama yang diredhaiNya. Pensyarahku cuba menenangkanku..sehelai tisu dihulurkan oleh beliau kepadaku. Ku diminta bertenang terlebih dahulu sebelum meneruskan bacaan. Beberapa minit selepas itu, aku cuba membaca pula surah yang seterusnya, Surah Al-Falaq, dengan nada dan suara yang terketar2. Dan akhirnya sehinggalah ayat terakhir Surah An-Nas. Kemudian ku diminta untuk membaca Surah Al-Fatihah dan 5 ayat dari Surah Al-Baqarah. Kerana apa, kata ustazah, ia menunjukkan tugas kita menghafal Al-Quran bukan setakat menghabiskan surah yang terakhir di dalam Al-Quran malah lebih berat lagi apabila kita diamanahkan untuk menjaga hafazan yang telah dihafaz dari surah yang pertama di dalam Kitab Suci ini. Pendek kata, satu Al-Quran kena jaga sebaiknya. Tiba2 aku menangis lagi di hadapan ustazah dan yang pasti di hadapan Allah jua. Ustazah memberikan kata-kata semangat dan perangsang serta memperingat tanggungjawab aku selepas ini. Jazakillah khairan kathira, syukron jazilah ya ustazah. Ku pulang ke tempat duduk dalam keadaan longlai..La haula wala quwwata illa billah..

Mengapa ana memilih tajuk ini? Hafiz @ Habis? Kerana ana teringat seorang senior yang menceritakan mengenai seorang ustaz yang memberikan ceramah mengenai tajuk ini. Benar, antara sedar tidak sedar, adakah bagi golongan yang menghafaz Al-Quran ini, sekadar menghafaz kemudian tiada usaha untuk mengingati, mengulang dan memurojaah ayat-ayat yang telah dihafaz? Adakah sekadar setiap pagi berjaya menghantar hafalan baru kepada guru tasmi' sudah cukup memadai? Atau benar-benar merasakan ada satu tanggungjawab ke atas diri untuk menjaga KalamNya sesuai dengan gelaran Hamalatul Quran?

Sama2 kita muhasabah diri, setakat mana usaha kita dalam memperjuangkan agamaNya berbekalkan ayat2 Al-Quran di dada, insyaAllah atau sekadar ingin mendapat title Al-Hafiz kononnya, dah habis hafal, habis r..begitu ke?? Astaghfirullah.. Sama2 kita memperbanyakkan istighfar pada Allah wahai sahabat sahabiah yang dikasihi Allah sekalian, insyaAllah kita dapat melakukan yang terbaik. Walau apa pun yang paling penting, check balik niat sebenar kita menghafaz Al-Quran. Adakah kerana paksaan keluarga? Atau semata2 ingin mendapat title Al-Hafiz? Atau sekadar suka2? Na'uzubillah.. Atau dengan kerelaan diri untuk mencapai redha Allah? Jawapan berada di hati anda. Berusahalah untuk menjaga KalamNya selagi hayat dikandung badan supaya Al-Quran menjadi pembela bagi kita di akhirat kelak, dan bukan pelaknat kita, na'uzubillah.. Peringatan buat diri ini jua terutamanya..